ASPEK YURIDIS REPRESENTASI KAUM PEREMPUAN PADA LEMBAGA LEGISLATIF DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

  • Muhammad Soleh Pulungan
Keywords: keterwakilan, perempuan, gender, legislatif, kesetaraan

Abstract

Konsep demokrasi memperjuangkan kesetaraan gender termasuk dalam bidang politik yang digagas sejak era reformasi. Tujuan penelitian; (1). Untuk mengetahui bagaimanakah konsep pengaturan keterwakilan perempuan pada lembaga legislatif? (2). Untuk mengetahui  bagaimanakah tingkat keterwakilan kaum perempuan pada lembaga legislatif di Provinsi Kalimantan Timur ? (3). Untuk menganalisis bagaimanakah strategi meningkatkan refresentasi kaum perempuan pada lembaga legislatif di Provinsi Kalimantan Timur ?. Jenis penelitian ini bersifat yuridis empiris dengan pendekatan; (1) peraturan perundang-undangan, dan (2) pendekatan konsep. Hasil Penelitian; (1). Kesetaraan gender diatur dalam konstitusi Negara UUD 1945. Secara spesifik keterwakilan kaum perempuan pada lembaga legislatif diatur melalui Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. (2). Secara faktual keterwakilan perempuan pada lembaga legislatif DPRD Provinsi Kaltim tahun 2014 masih berada pada kisaran (9 %). Capaian ini masih berada di bawah angka prosentasi rata-rata DPRD Provinsi nasional sebesar (16), sedangkan capaian rata-rata anggota DPRD Kab./Kota di Provinsi Kaltim sebesar (14%) angka ini berada di atas parlemen pusat yang mencapai (26%) DPR, dan (30%) DPD. Untuk meningkatkan refresentasi kaum perempuan pada lembaga Legislatif diperlukan berbagai usaha al; kebijakan affirmative, pendidikan politik melalui partai politik dan kampus Pergururan Tinggi, peran LSM dan OPD terkait di daerah.

Author Biography

Muhammad Soleh Pulungan

Lahir di Hutabargot, Sumatera Utara tanggal 10 Juli 1966. S1 Jurusan Pendidikan di UNY Yogyakarta tahun 2002. S2 Jurusan Hukum di UPB Surabaya. S3 di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jurusan Ilmu  Hukum Tatanegara . Bekerja sebagai Fungsional Peneliti Madya di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Published
2018-12-31
Section
Articles