HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG TAHUN 2014

Authors

  • Ratih Dwi Andini

Keywords:

Berat Badan Lahir Rendah, Asfiksia

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan kondisi dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada bayi baru lahir terutama pada bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara BBLR dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Desain penelitian adalah  analitik korelasional  dengan  pendekatan  cross  sectional. Populasi  dalam  penelitian ini  bayi  yang dilahirkan dengan seksio seksio sesaria dan secara spontan periode Januari – Juni tahun 2014 yaitu sebanyak 702 bayi yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil uji statistik dengan Chi-square menunjukkan ? = 0,000 berarti ? < 0,05 maka Ho ditolak artinya ada hubungan antara BBLR dengan kejadian asfiksia pada bayi di RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Hal ini terjadi karena bayi yang lahir dengan BBLR, tingkat kematangan organ tubuh terutama jantung dan paru-paru kurang sempurna sehingga dapat menganggu proses respirasi bayi baru lahir.

Downloads

Published

2014-11-03

Issue

Section

Articles