PERBANDINGAN SUHU PENGOMPOSAN DAN KANDUNGAN UNSUR HARA TIGA JENIS KOMPOS YANG BERBASIS JERAMI, KACANG-KACANGAN DAN SAYURAN

Authors

  • Ince Raden

Keywords:

Suhu, Kompos, Jerami, Kacang-Kacangan, Sayuran

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan suhu ketika kompos dan membandingkan kandungan gizi kompos menggunakan bioaktivator EM4 kompos pada dasar dari bahan yang berbeda, yaitu bahan jerami, kacang-kacangan, dan sayuran. Penelitian menggunakan metode eksplorasi yang hay material, sayuran dan kacang-kacangan dalam hitungan, kemudian ditempatkan dalam wadah yang berbeda, maka masing-masing bahan dicampur dengan kompos sekam, kotoran ayam, dedak padi. Setelah itu, bahan yang termasuk dalam ember dosis pada 3 kaleng yang berbeda sesuai. Selanjutnya, pada masing-masing bahan kompos dituangkan molase (air gula oleh air) dan

 

kemudian diberi 250 ml EM4. Selanjutnya, suhu diukur dengan termometer, pH dengan pH meter dan nutrisi N, P, dan K diukur dengan menggunakan alat flamefotometer dan AAS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal pengomposan hingga hari ke-7 suhu kompos kacang-kacangan dan sayuran materi terus meningkat hingga 43oC ke 46oC, ketika hal ini terjadi pertumbuhan bakteri (pertumbuhan mesofilik), setelah itu suhu menurun sekitar 22oC - 25oC sampai kondisi yang dialami kompos matang (pematangan). Sebaliknya suhu pada jerami awal pengomposan sampai hari kedua mengalami suhu tertinggi sekitar (46oC) setelah menurun dengan meningkatnya hari pengomposan. Kompos yang terbuat dari jerami dan sayuran memiliki pH basa, masing-masing 8,56 dan 8,93, sedangkan kompos yang terbuat dari kacang memiliki pH yang ideal, yaitu 7:49. C / N ratio jerami memiliki C / N rasio 12,73; kacang 09:20; dan sayuran 10.80, dengan kandungan C organik antara 26% -30%. Hasil analisis N-Total menunjukkan bahwa kacang kompos mengandung N-total 3:28 mg L-1 lebih tinggi dari kompos yang terbuat dari jerami dan sayuran. Dalam unsur fosfor kompos yang terbuat dari jerami memiliki P2O5 yang lebih tinggi (04:47 mg L-1) dibandingkan dengan kompos yang terbuat dari kacang 03:56 mg L-1 dan-kompos berbasis sayuran 03:08 mg L-1. Hal yang sama terjadi pada konten K2O, hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan kalium dari bahan sampah yang berasal dari jerami lebih tinggi 04:50 mg L-1 dari sayuran (04:36 mg L-1) dan Kacang (4: 14 mg L-1)

Author Biography

Ince Raden

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara

Downloads

Published

2015-11-02

Issue

Section

Articles