KAJIAN PENDAPATAN EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Authors

  • Achmad Jais

Keywords:

Pendapatan perkapita, Realisasi belanja APBD, Upah minimum kabupaten, Jumlah penduduk dan pengangguran

Abstract

Ada dua alasan mengapa ekonomi belum berhasil mensejahterakan masyarakat.Pertama, kebanyakan ekonom memiliki karakter abstrak dan matematis, terfokus pada persoalan teknis yang terselubung daripada masalah ekonomi sebagaimana yang mereka rasakan dalam diskusi kebijaksanaan dan kehidupan sehari-hari. Leontief (1985) dalam Holton (1992) mengemukakan sebuah analisis artikel di American Economic Review pada tahun 1970-an, melaporkan bahwa 50 persen dasar analisis menggunakan pendekatan matematika murni tanpa data empiris sama sekali, sementara 22 persen mengandung data yang hanya “diambil” tanpa tersusun secara sistematis. Kedua, kurang control yang efektif oleh ekonom dalam diskusi ekonomi adalah kemauan non-ekonom untuk membentuk hubungan antara ekonomi dan masyarakat luas. Termasuk pula hubungan interaktif antara ekonomi, system politik, dan nilai serta norma dan budaya yang lebih luas.Tujuan penelitian ini adalah a) mengkaji kepekaan/ elastisitas variabel Pendapatan Perkapita Dengan Migas terhadap Pengangguran; b) mengkaji kepekaan/ elastisitas variabel Realisasi Belanja APBD terhadap Pengangguran; c) mengkaji kepekaan/ elastisitas Upah Minimum Kabupaten terhadap Pengangguran; dan d) mengkaji kepekaan/ elastisitas Jumlah Penduduk terhadap Pengangguran. Metode penelitian ini menggunakan metode statistika   untuk   keperluan   estimasi.   Dalam   metode statistika   alat   analisis   yang   biasa   di pakai  dalam khasanah  penelitian  adalah  analisis  regresi. Untuk menganalisa dalam persamaan regresi digunakan alat bantu Program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan secara simultan antara variable independen dengan variable dependen ditunjukkan oleh nilai R yaitu sebesar 0,858 atau sangat kuat, sedangkan besaran pengaruh variable independen terhadap variable dependen merupakan pengkuadratan nilai R, dimana dalam outpus SPSS ditunjukkan oleh nilai R Square yakni sebesar 0.737 yang artinya bahwa sebesar 73,7 % variable dependen dipengaruhi oleh variasi variable independen sebesar 73,7% selebihnya dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti.

Author Biography

Achmad Jais

Lahir  di  Sabintulung,  tanggal  5  April  1970. S1  Jurusan  Manajemen  Unikarta  di  Kutai Kartanegara     tahun     1998.      S2      Jurusan Manajemen Keuangan UNHAS   tahun 2002. S3  Jurusan  Ilmu  Manajemen  di Brawijaya tahun    2011.     Saat     ini     bekerja    sebagai Fungsional Peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan   Daerah    Kabupaten    Kutai Kartanegara.

Downloads

Published

2015-11-02

Issue

Section

Articles