PENAKSIRAN INDEKS EROSIVITAS HUJAN DI KUCHING, SARAWAK

Authors

  • Karyati Karyati

Keywords:

Indeks erosivitas hujan, Curah hujan, Hari hujan, dan Kuching

Abstract

Proses erosi tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor penting adalah indeks erosivitas hujan. Informasi tentang penaksiran indeks erosivitas hujan di Sarawak terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menaksir indeks erosivitas hujan dan untuk menguji parameter-parameter curah hujan yang berpengaruh dalam penaksiran erosivitas hujan di Kuching, Sarawak, Malaysia Timur. Data iklim seperti curah hujan bulanan, hari hujan bulanan, dan curah hujan maksimum selama 29 tahun (1983-2011) diperoleh dari Jabatan Meteorologi Malaysia (Cawangan Sarawak). Berdasarkan rumus Lenvain, indeks erosivitas hujan tahunan tertinggi adalah pada 2003 (4829,67) dan terendah pada 1997 (2064,97). Indeks erosivitas hujan tertinggi dan terendah adalah sebesar 6574,61 pada 2003 dan 2387,94 pada 1997 berdasarkan rumus Bols. Selama 29 tahun curah hujan tahunan tertinggi dan terendah juga tercatat pada tahun-tahun tersebut (524.63 cm pada 2003 dan 282.26 cm pada 1997). Curah hujan bulanan, hari hujan, dan curah hujan maksimum rata-rata berturut-turut sebesar 423.54 cm; 247 hari, dan 94,87 cm. Indeks erosivitas hujan bulanan berdasarkan rumus Lenvain dan Bols menunjukkan bahwa nilai terbesar masing-masing sebesar 799,63 dan 1100,84 pada Januari dan nilai terkecil masing-masing sebesar 145,12 dan 167,59 pada Juli. Penaksiran indeks erosivitas hujan sangat dipengaruhi oleh curah hujan, hari hujan, dan curah hujan maksimum. Informasi tentang indeks erosivitas hujan penting untuk merencanakan dan menerapkan teknologi konservasi tanah dan air di Sarawak.

Author Biography

Karyati Karyati

Lahir di Samarinda, tanggal 9 April 1973. S1 Fakultas Kehutanan Unmul dan S2 Magister Kehutanan Unmul di Samarinda. S3 Jurusan Ilmu Kehutanan di University Malaysia Serawak. Saat ini bekerja di Faperta Unmul

Downloads

Published

2016-11-01

Issue

Section

Articles