IDENTIFIKASI AIR ASAM TAMBANG MELALUI METODE UJI STATIK PADA TAMBANG BATUBARA

Authors

  • Syamsidar Sutan Malim Polawan

Keywords:

Nag pH, Air Asam Tambang, metode NAPP.

Abstract

Identifikasi air asam ini merupakan usaha untuk menentukan potensi batuan pembentuk asam melalui
parameter uji statik yang akurat dalam klasifikasi analisis kimia pada sampel batuan dan air. Penelitian ini
diawali dengan melakukan berbagai metode uji statik yang sering dilakukan di Indonesia, yaitu; total
sulfur (TS), acid neutralizing capacity (ANC), net acid generating (NAG) dan pH Paste. Umumnya air
asam merupakan istilah yang dipakai untuk air yang memiliki pH rendah. Air asam tambang (AAT) adalah
air lindian rembesan atau drainase yang memiliki pH rendah dan keluar dari batuan yang mengandung
mineral sulfida yang teroksidasi. Reaksi oksidasi ini, selain dapat menurunkan pH air, juga meningkatkan
sulfat yang selanjutnya mampu meluruhkan dan membawa logam berat yang terkandung pada batuan
yang dilalui oleh aliran air asam ini. Karena tingkat keasamaan dan konsentrasi kelarutan logam yang
tinggi, AAT dapat mencemari lingkungan. AAT merupakan salah satu persoalan lingkungan utama yang
dihadapi oleh industri pertambangan batubara. AAT terbentuk ketika mineral-mineral sulfida tertentu
terbuka (exposed) pada kondisi oksidasi. AAT ditemukan baik pada tambang batubara (Acid Mine
Drainage) maupun tambang biji (Acid Rock Drainage) atau kegiatan penggalian lain dimana terdapat
mineral-mineral sulfida. Pembentukan AAT merupakan fungsi dari geologi, hidrologi dan teknologi
penambangan yang diterapkan. AAT terbentuk melalui suatu seri reaksi kimia dan mikrobial yang
kompleks dan terjadi ketika air kontak dengan mineral besi disulfida atau lebih dikenal dengan istilah pirit
(pyrite).

Author Biography

Syamsidar Sutan Malim Polawan

Bekerja sebagai Dosen Fakultas Teknik Universitas Kutai Kartanegara

Downloads

Published

2018-08-08

Issue

Section

Articles